Optimisme Bisnis Properti Di Tahun 2016

Sebagian praktisi bisnis properti, meyakini tahun 2016 ini sebagai momentum tinggal landas buat bisnis properti. Beberapa pengembang menghadapi tahun ini dengan optimistis dan sejumlah strategi. Bahkan, sebagian pengembang berani melansir proyek-proyek baru. Sementara pengembang lainnya lebih menerapkan strategi merambah segmen pasar baru menengah ke bawah, dari sebelumnya menggarap pasar menengah atas. 

Selain itu, optimisme ini juga karena dukungan beberapa regulasi Pemerintah yang menguntungkan pengembang. Di sisi lain, tingkat pertumbuhan permintaan tahunan di bisnis ini diharapkan dapat mencapai 3,6 persen di akhir 2015 dan secara moderat meningkat menjadi 3,9 persen di 2016. Sementara, tingkat pertumbuhan pasokan tahunan diharapkan dapat meningkat sebesar 3,9 persen pada akhir 2015 dan menjadi 4,1 persen pada 2016, dimana mayoritas pasokan berasal dari segmen menengah ke bawah dan menengah.

Untuk daerah Jabodetabek, diperkirakan rata-rata harga tanah akan meningkat menjadi Rp9,7 juta per meter persegi pada akhir 2015 (meningkat 16,7 persen YoY), dan diproyeksikan dapat mencapai Rp11,7 juta per meter persegi di 2016 (meningkat 20,7 persen YoY). Rencana pengembangan infrastruktur secara masif yang dilakukan Pemerintah, seperti tol dan LRT, juga menjadi faktor yang meningkatkan harga tanah secara signifikan di sana.

Untuk daerah Jogja sendiri, Ketua DPD REI DIY Nur Andi Wijayanto mengatakan, kondisi perekonomian masih belum pulih benar. Namun DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menargetkan bisa menyuplai hunian sebanyak 2.200 unit pada 2016. Target tersebut disesuaikan dengan prediksi pertumbuhan selama 2016. REI DIY memprediksi bisnis properti di DIY bisa tumbuh sebesar 10% hingga 14%. Namun, pertumbuhan itu belum bisa memulihkan koreksi yang terjadi pada 2015 karena perlambatan ekonomi.

Pertumbuhan properti di Jogja sangat tergantung pada orang dari luar Jogja. Pasalnya, mereka memiliki latar belakang yang bekerja di sektor yang paling terpengaruh perlambatan ekonomi seperti perminyakan dan perkebunan. Ia berharap, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah segera memberikan dampak baik.